Minggu, 18/08/2019 07:15 WIB
New Delhi, Jurnas.com - Tensi antara Pakistan dan India kembali memanas setelah kelompok tentara dari kedua belah pihak terbunuh di perbatasan Jammu dan Kashmir yang disengketakan.
Pertikaian antara militer kedua negara bersenjata nuklir itu pertama kalinya sejak India mencabut status konstitusional khusus Jammu dan Kashmir yang disengketakan dan mencaplok wilayah yang disengketakan itu menjadi federasi.
Islamabad mengatakan, lima tentara India dan tiga tentara Pakistan tewas. Namaun, New Delhi, dengan tegas menyangkal ada salah satu prajuritnya yang meninggal.
Militer Pakistan menuduh India sengaja memanas-manasi perbatasan untuk mengalihkan perhatian internasional dari kekejaman yang dilakukan terhadap warga sipil di wilayah Kashmir yang disengketakan dengan India.
India Larang Warganya Bekerja di Kapal yang Melalui Selat Hormuz
Puan Dorong Kerja Sama RI-India Beri Manfaat Nyata bagi Rakyat
Puan Ajak Indonesia-India Perkuat Kerja Sama di Tengah Gejolak Global
Wilayah yang disengketakan itu telah diberlakukan jam malam, dengan semua jenis tautan komunikasi seperti internet dan layanan telepon dihentikan sejak awal pekan lalu.
Penindasan itu menyusul New Delhi membatalkan status khusus Jammu dan Kashmir dengan mencabut larangan warga India untuk membeli properti - tindakan ilegal di bawah berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB, yang juga menyerukan referendum untuk menentukan masa depan wilayah mayoritas Muslim di India. Kashmir.
Di Pakistan, tidak ada letupan untuk protes terhadap India, dengan demonstran menyuarakan solidaritas dengan orang-orang Kashmir.
India dan Pakistan berdagang duri atas Kashmir karena ketegangan terus berlanjut. Islamabad mengatakan sudah tiba waktunya untuk memberi pelajaran New Delhi pelajaran. India menuduh tetangganya membantu para militan menyusup ke wilayah Kashmir yang disengketakan.
Keyword : IndiaPaskitanKonflik Militer