Jum'at, 02/08/2019 12:20 WIB
Bangkok, Jurnas.com – Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-o-cha memerintahkan penyelidikan terhadap ledakan sejumlah bom di Bangkok, pada Jumat (2/8) pagi, yang terjadi di tengah penyelenggaraan KTT Asean.
Ledakan yang terjadi di dekat stasiun kereta api Bangkok menyebabkan dua orang luka-luka, menurut juru bicara kepolisian. Satu orang dirawat di rumah sakit, dan satu orang lainnya dipulangkan.
Dikutip dari Associated Press, Wakil Perdana Menteri Prawit Wongsuwan mengatakan, polisi menangkap dua tersangka terkait ledakan di lima lokasi berbeda di Bangkok.
Saat ditanya apakah ledakan itu terkait pelepasan kekuasaan junta baru-baru ini, dia mengatakan, “Saya tidak tahu. Biarkan yang berwenang memeriksa terlebih dahulu.”
ASEAN Teken Ratifikasi APSA, Perjanjian Berbagi BBM saat Krisis
Momen Tump Ikut Joget Saat Tiba di Malaysia
Legislator Golkar Yakin Hasil KTT ASEAN Berdampak Positif Bagi Indonesia
Seperti diketahui, Thailand baru-baru ini mengakhiri lima tahun kekuasaan militer setelah kudeta yang terjadi pada 2014 silam.
Sehari sebelumnya, polisi menemukan dua bom palsu di luar markas besar mereka, yang berdekatan dengan lokasi KTT Asean. Kejadian itu tidak mengganggu jalannya KTT Asean, dan orang telah ditangkap sehubungan dengan insiden tersebut.
Penggunaan bom kecil, yang umumnya tidak berbahaya, merupakan bagian dari panggung politik Thailand. Biasanya pelaku jarang mengaku atau ditangkap.
Keyword : Bom Bangkok KTT Asean