Jum'at, 02/08/2019 05:50 WIB
Jakarta, Jurnas.com – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melalui Dharma Wanita Persatuan (DWP) bekerjasama dengan Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) menggelar pemeriksaan Momografi, IVA Test dan USG Payudara pada Kamis (01/08) di gedung Kemenkes RI, Jakarta.
Puluhan peserta dari lingkungan Kemenkes, mulai dari pegawai, petugas kantin, hingga petugas keamanan wanita berpartisipasi dalam kegiatan ini.
“Peserta untuk Mamografi berjumlah 50 orang dan USG Payudara ada 30 orang, sedangan tes IVA tidak kami batasi, jadi siapa yang datang bisa ikutan,” kata dr. Lis Untung selaku ketua pelaksana dalam acara tersebut.
Sementara itu, Kepala Direktorat Jenderal Penyakit Tidak Menular (PTN), dr. Cut Putri Aryani M.H.Kes, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, deteksi dini kanker payudara sangat penting untuk mengetahui secara berkala apakah ada resiko terkena kanker.
Kemenkes Catat Penurunan Kasus Campak, Pastikan Surveilans Tetap Ketat
Dokter dan Nakes Rentan Tertular Campak, Kemenkes Terbitkan SE Kewaspadaan
Kemenkes Deteksi Hampir 10 Persen Anak Indonesia Alami Cemas dan Depresi
“Karena makin cepat kasus ditemukan, maka makin mudah untuk diobati,” tuturnya.
Selain itu, Cut juga mengapresiasi antusiasme para peserta yang memicu pihak Kemenkes untuk terus berupaya mengadakan kegiatan-kegiatan serupa dengan jumlah sasaran yang lebih luas, tak hanya di lingkungan Kementerian.
“Antusiasme peserta sangat luar biasa, terbukti kita hanya menyediakan kuota 50 orang untuk mamografi tapi yang daftar sangat banyak, bahkan banyak yang berada dalam daftar tunggu,” katanya.
Lebih lanjut Cut mengimbau agar masyarakat peduli akan kesehatan payudara dengan melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) secara rutin untuk memastikan dirinya tak terdeteksi kanker.
Selain Kemenkes dan YKPI, kegiatan tersebut juga didukung oleh Rumah Sakit Kanker Dharmais serta Unit Pelayanan Kesehatan.