Situasi Memanas, China Gelar Latihan Militer Dekat Taiwan

Senin, 29/07/2019 20:30 WIB

Beijing, Jurnas.com - Pemerintah China menggelar latihan militer di Laut Cina Selatan yang disengketakan di dekat Taiwan. Dua latihan berat dimulai yang dimulai pada Minggu (28/7) malam dan Senin (29/7) pagi dan akan berlangsung hingga Jumat (2/8).

Global Times menyebut langkah itu dilakukan setelah pada awal Juli, Amerika Serikat (AS) menyetujui kesepakatan untuk menjual senjata senilai USD2,22 miliar ke Taiwan, yang disebut Beijing sebagai provinsi yang memisahkan diri.

"Kedua kegiatan militer itu pada dasarnya berlangsung di perairan Taiwan utara dan timur," lapor Global Times.

Kegiatan militer lainnya akan dilakukan di lepas pantai Provinsi Guangdong, China selatan.

Jika kesepakatan senjata dengan AS disahkan, Taiwan akan membeli 250 rudal Stinger, 108 tank Abram dan sejumlah peralatan lainnya.

"Latihan diperkirakan berskala besar, melibatkan semua cabang militer Tentara Pembebasan Rakyat dan berfungsi sebagai peringatan kepada separatis Taiwan," tulis laporan itu.

China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, sejalan dengan kebijakan One China. Namun, AS mempertahankan hubungan dengan Taiwan secara tidak resmi dengan menjual senjata bernilai miliaran dolar ke Taiwan setiap tahun.

Bulan lalu, Kementerian Luar Negeri China, mendesak Gedung Putih agar tidak melanjutkan tindakan yang dianggap Beijing sangat sensitif dan merusak itu.

TERKINI
NRC Sebut Gencatan Senjata Lebanon `Momen Harapan` bagi Warga Sipil Fellowship Tanoto Foundation Cohort Dibuka, Ini Kriteria dan Jadwalnya PGRI Desak Pemerintah Buka CPNS Guru dan Setop Skema PPPK Myanmar Beri Amnesti untuk 4.335 Tahanan, Termasuk Suu Kyi