Kamis, 25/07/2019 11:05 WIB
Seoul, Jurnas.com - Korea Utara (Korut) menembakkan dua rudal jarak pendek ke laut, pada Kamis (25/7) pagi. Demikian keterangan militer Korea Selatan.
Ini merupakan rudal pertama yang diluncurkan Korut dalam lebih dari dua bulan terakhir, di tengah negosiasi Korut dan Amerika Serikat terkait denuklirisasi dan penghapusan sanksi.
Dikutip dari Associated Press, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengungkapkan, rudal yang ditembakkan dari dekat kota pesisir timur Wonsan terbang sekitar 430 kilometer (270 mil), sebelum mendarat di perairan lepas pantai timur negara itu.
Seorang pejabat pertahanan Korea Selatan, yang berbicara dengan syarat anonim menyebut analisis awal Korea Selatan menunjukkan kedua rudal ditembakkan dari peluncur ponsel, dan terbang pada ketinggian maksimum 50 kilometer (30 mil).
AS Klaim telah Sita Hampir 500 Juta Dolar Aset Kripto Iran
Hari Jazz Internasional Setiap 30 April: Ini Sejarah, Makna, dan Tujuannya
Korut Resmikan Museum Prajurit Korban Perang Rusia vs Ukraina
Sebelumnya, Korut menegaskan tidak senang dengan rencana latihan militer AS-Korea Selatan, yang dikatakannya sebagai persiapan invasi. Karena itu, Seoul memandang uji coba rudal itu merupakan pesan terhadap Washington, tentang apa yang akan terjadi jika diplomasi gagal.
Uji coba rudal yang relatif pendek ini dikatakan juga menunjukkan bahwa peluncuran itu bukan provokasi besar, seperti uji coba rudal jarak jauh yang mampu mencapai daratan AS.
Sementara, di tempat terpisah seorang pejabat senior AS mengatakan pemerintahan Trump mengetahui laporan proyektil jarak pendek yang diluncurkan dari Korea Utara. Pejabat itu, yang berbicara dengan syarat anonim untuk memberikan tanggapan, mengatakan pemerintah tidak memiliki komentar lebih lanjut saat ini.
Keyword : Korea Utara Amerika Serikat Rudal