Selasa, 23/07/2019 11:06 WIB
Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengklaim bisa memenangkan perang di Afghanistan dalam seminggu.
"Saya bisa memenangkan perang itu dalam seminggu. Saya hanya tidak ingin membunuh 10 juta orang," kata Trump dalam pertemuan Gedung Putih dengan Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, Senin (22/7) waktu setempat.
Meski mengaku bisa memenangkan perang itu dengan singkat, Trump mengatakan, tidak ingin memilih jalan itu dan tidak menginginkan Washington menjadi tentara dunia.
"Saya pikir Pakistan akan membantu kami. Pada dasarnya kami adalah polisi sekarang dan kami tidak ingin menjadi polisi," jelas Trump.
Trump ingin mengakhiri keterlibatan militer AS di Afghanistan dan melakukan kerja sama dengan Pakistan sebagai hal penting untuk setiap kesepakatan guna mengakhiri perang.
Pasangan Melania juga ingin memastikan negara itu tidak menjadi basis bagi kelompok-kelompok militan, seperti Islamic State Iraq and Syria (ISIS).
Trump dan Zelensky Bertemu Pekan Depan, Bahas Gencatan Senjata
Kanada "Ngambek" Kena Tarif Impor AS, Batalkan Acara Peresmian Jembatan
10 Orang Tumbang Akibat Penembakan Massal di Area Padat Penduduk
Hubungan Afganistan dan AS terbilang rumit. Trump mengurangi jutaan dolar bantuan keamanan ke Islamabad karena dituduh sebagai tempat berlindung yang aman bagi para teroris.
Washington mengingkan Islamabad menekan Taliban Afghanistan dan menciptakan gencatan senjata permanen. AS juga ingin Pakistan berpartisipasi aktif dalam pembicaraan dengan pemerintah Afghanistan.
Sementara itu, Khan mengatakan kepada Trump, bahwa hanya ada satu solusi untuk Afghanistan.
"Saat ini adalah yang paling dekat dengan perjanjian damai," kata Khan.
Ia berharap dalam beberapa pekan mendatang pemerintah Afghanistan akan setuju untuk mengarahkan pembicaraan dengan Taliban.
Keyword : AfganistanAmerika SerikatDonald Trump