Airlangga Dinilai Gagal sebagai Ketum Golkar dan Menteri Perindustrian

Senin, 22/07/2019 15:35 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dinilai tidak percaya diri untuk maju dalam musyawarah nasional (Munas) partai berlambang pohon beringin itu. Hal itu karena Airlangga dianggap gagal sebagai pimpinan partai maupun sebagai menteri dalam kabinet pemerintahan Presiden Jokowi.

Penilaian itu disampaikan Direktur Eksekutif ETOS Institute Indonesia, Iskandarsyah, melalui rilisnya, Jakarta, Senin (22/7). Menurutnya, merosotnya suara partai Golkar pada Pemilu 2019 adalah peran serta dan tanggung jawab Airlangga sebagai Ketum.

"Sehingga banyak publik beranggapan bahwa Airlangga seolah tak percaya diri akan dapat dukungan dari presiden untuk maju di Munas Partai Golkar tahun ini," kata Iskandarsyah.

Selain gagal sebagai Ketum Golkar dalam mengkonsolidasi kader, kata Iskandarsyah, Airlangga juga dinilai gagal sebagai menteri Perindustrian dalam membantu pemerintahan Presiden Jokowi.

"Saya melihat mas Airlangga bukan cuma gagal mengkonsolidasikan partainya, tapi juga gagal sebagai pembantu presiden, dalam hal ini menterinya pak Jokowi," katanya.

Dimana, lanjut Iskandarsyah, industri baja rontok, industri semen juga terancam gulung tikar. "Masalah didalam krakatau stell juga semen import dari cina juga menjadi tanggung jawabnya," tegasnya.

Menurutnya, perkara ini tidak mudah untuk diselesaikan. Tentu, hal itu berkorelasi dengan kebijakan atau regulasi Airlangga sebagai menteri perindustrian.

"Jadi saya simpulkan bahwa mas Airlangga harus legowo apabila memang merasa gagal, pertama gagal menjadi ketum partai Golkar dan gagal mengatur institusinya yaitu sebagai menteri," tegas Iskandarsyah.

TERKINI
Sekjen Golkar Resmi Luncurkan Buku Kekuasaan Yang Menolong Hari Kartini 21 April 2026 Apakah Libur Nasional? Ini Penjelasan Resminya Legislator Golkar: Harga BBM Subsidi Tak Naik, Daya Beli Tetap Terjaga KPK Serahkan Barang Rampasan Senilai Rp3,52 Miliar ke Lemhannas