Rabu, 19/06/2019 12:01 WIB
Washington, Jurnas.com - Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa Patrick Shanahan akan meninggalkan kantornya secara resmi pada Minggu, 23 Juni 2019 nanti.
Dan dua hari kemudian, menurut Pentagon dalam sebuah pernyataan, Shanahan dan suksesornya, Mark Esper akan bertemu guna memulai pembicaraan soal transisi kebijakan.
Pentagon menjamin proses transisi akan dilakukan secara teratur. Hal ini dilakukan demi meminimalkan dampak perubahan yang mungkin terjadi, di tubuh militer AS.
Diketauhi, penjabat Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Patrick Shanahan mengundurkan diri pada Selasa (18/6) malam, setelah muncul laporan kekerasan dalam rumah tangganya.
Kemenlu Palestina Desak Gencatan Senjata Secara Menyeluruh
Trump: Satu-satunya yang Memutuskan Gencatan Senjata Adalah Saya
10 Poin Tuntutan Iran ke Amerika Serikat untuk Akhiri Konflik
Pengumuman itu disampaikan oleh Presiden AS Donald Trump melalui cuitan, bahwa Shanahan yang masuk menggantikan Jim Mattis, akan menghabiskan waktu mengurusi keluarga.
"Sangat disayangkan, kondisi keluarganya yang sangat menyakitkan sedang diuji," kata Trump.
Beberapa jam setelah Shanahan mundur, Trump menunjuk Sekretaris Angkatan Darat AS, Mark Esper sebagai penjabat Menteri Pertahanan AS
Dikutip dari VOA, Esper merupakan kandidat terkuat untuk menjadi Menteri Pertahanan AS, seandainya Shanahan tidak dikukuhkan oleh Senat AS.