Rabu, 19/06/2019 07:10 WIB
Washington, Jurnas.com - Penjabat Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Patrick Shanahan mengundurkan diri pada Selasa (18/6) malam, setelah muncul laporan kekerasan dalam rumah tangganya.
Pengumuman itu disampaikan oleh Presiden AS Donald Trump melalui cuitan, bahwa Shanahan yang masuk menggantikan Jim Mattis, akan menghabiskan waktu mengurusi keluarga.
"Sangat disayangkan, kondisi keluarganya yang sangat menyakitkan sedang diuji," kata Trump.
Beberapa jam setelah Shanahan mundur, Trump menunjuk Sekretaris Angkatan Darat AS, Mark Esper sebagai penjabat Menteri Pertahanan AS
Iran Sampaikan Syarat soal Selat Hormuz ke AS Lewat Pakistan
Iran Tegaskan Sanksi Baru AS Tak Akan Berhasil
Fokus Perang Iran, AS Batal Gelar Latihan Militer Bersama Korea Selatan
Dikutip dari VOA, Esper merupakan kandidat terkuat untuk menjadi Menteri Pertahanan AS, seandainya Shanahan tidak dikukuhkan oleh Senat AS.
Diketahui, Shanahan menggantikan Mattis pada Januari lalu, yang mengundurkan diri secara tiba-tiba, karena berbeda kebijakan dengan Presiden Trump.
Namun dia tersandung kasus dugaan kekerasan rumah tangga, yang membuat pria 56 tahun itu harus berurusan dengan FBI, menurut USA Today.