Selasa, 18/06/2019 08:15 WIB
Washington, Jurnas.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali mengirim 1.000 tentara tambahan ke Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Pejabat Menteri Pertahanan AS, Patrick Shanahan mengatakan, Washington menyetujui tambahan 1.000 personil ke Timur Tengah untuk tujuan pertahanan.
Hal itu berdasarkan tudingan bahwa Iran mendalangi dua serangan kapal tanker minyak di Teluk Oman pada Kamis, pekan lalu.
"Serangan-serangan Iran baru-baru ini memvalidasi intelijen yang andal dan kredibel yang kami terima atas perilaku bermusuhan pasukan Iran dan kelompok-kelompok proksi mereka yang mengancam personel dan kepentingan AS di seluruh kawasan," kata Shanahan.
Teheran: Iran Siap Negosiasi Kembali Jika AS Cabut Blokade
Iran Eksekusi Pejabat Pertahanan yang Jadi Mata-mata untuk Mossad
FIFA Rilis Tambahan Tiket Piala Dunia, Babak Final Tembus Rp188 Juta!
Sementara itu, Teheran dengan tegas mengatakan tidak mencari konfrontasi militer dengan AS, namun siap untuk membela kepentingannya di wilayah tersebut.
Sebelumnya, juru bicara Organisasi Energi Atom Iran mengatakan, Teheran akan melampaui batas persediaan uranium yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan nuklir mulai 27 Juni.
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih menggambarkan langkah Negeri Para Mullah itu sebagai pemerasan nuklir.
Bulan lalu, Iran mengurangi beberapa komitmen berdasarkan kesepakatan dan memperingatkan, dalam 60 hari akan melanjutkan pengilangan uranium ke tingkat fisil yang lebih tinggi jika Eropa gagal melindungi perdagangannya dari sanksi ilegal AS.
Keyword : Amerika SerikatIranTimur Tengah