Pemerintah Prancis Bantah Gagalkan Merger Renault-Fiat

Kamis, 13/06/2019 16:50 WIB

Paris, Jurnas.com - Menteri Keuangan Prancis Bruno le Maire mengatakan bahwa pemerintah tidak menentang kesepakatan merger antara produsen mobil Renault dan Fiat Chrysler Automobiles (FCA).

Kepada FranceInfo, Bruno mengatakan prioritas utama pemerintah ialah memperkuat aliansi Renault dengan mitra Jepangnya, Nissan.

"Namun Fiat tetap merupakan peluang yang menarik," kata Bruno dilansir dari Associated Press pada Kamis (13/6).

"Kami tidak pernah memveto itu. Kami hanya meminta lima hari tambahan untuk mempelajari operasi itu," imbuh dia.

Bruno mencatat bahwa Nissan, selaku mitra Renault, ragu-ragu dengan rencana merger tersebut.

Seperti diketahui, Fiat mengusulkan merger 50-50 yang akan membuat aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi-Fiat akan bernilai US$40 miliar.

Namun pada awal bulan ini, Fiat dilaporkan menarik proposal merger dengan alasan kondisi politik di Prancis, di mana Paris diketahui merupakan pemilik saham terbesar yakni 15 persen.

TERKINI
BPOM Pastikan AstraZeneca Tidak Lagi Dipergunakan di Indonesia Siang Ini, IHSG Berakhir Menguat 16 Poin Dinilai Perkuat Ekosistem, BUMN Pangan dan Pupuk Bakal Digabungkan Legislator PKS Soroti Rencana Pembentukan Presidential Club: Sah-sah Saja