Senin, 03/06/2019 16:46 WIB
Seoul, Jurnas.com - Menteri Pertahanan Korea Selatan, Jeong Kyeong-doo, mengatakan, proyektil yang diluncurkan Korea Utara pada 9 Mei "sangat mirip" dengan Iskander Rusia, rudal balistik berkemampuan nuklir jarak pendek.
Hal itu disampaikan Jeong Kyeong-doo, kepada wartawan di sela Dialog Shangri-La di Singapura, Minggu (2/6).
Jeong Kyeong-doo mengatakan rudal yang diluncurkan Korea Utara dari Kusong mirip dengan rudal Rusia, tetapi juga menunjukkan variasi di daerah lain.
Pejabat tinggi pertahanan Korea Selatan itu juga mengatakan pada forum keamanan tahunan Asia, Korea Utara mengancam akan kembali ke masa lalu, setelah meninggalkan pembicaraan nuklir Februari lalu.
Biaya Perang Amerika Serikat terhadap Iran Tembus Rp1.000 Triliun
FIFA Rilis Tambahan Tiket Piala Dunia, Babak Final Tembus Rp188 Juta!
Korut Tembakkan Rudal Balistik, Ketegangan Regional Meningkat
Kim Jong Un terakhir kali bertemu dengan Presiden AS, Donald Trump di Hanoi, tetapi pertemuan puncak itu berakhir tanpa kesepakatan.
Trump mengatakan tes Korea Utara tidak melanggar hukum internasional, seminggu setelah Pejabat Bertindak AS, Patrick Shanahan mengatakan rudal itu bertentangan resolusi PBB.
"Biar saya jelaskan: Ini adalah rudal jarak pendek. Itu adalah pelanggaran terhadap UNSCR," kata Shanahan, menurut CNN.
Pada Minggu, Shanahan membuat pernyataan tegas tentang peran AS di Indo-Pasifik, lapor Straits Times Singapura.
"Kami adalah negara Pasifik. Kami adalah kekuatan penduduk, dengan hubungan ekonomi, budaya, dan pribadi yang mendalam yang menghubungkan kami dengan pertumbuhan dan vitalitas kawasan paling dinamis di dunia," kata pejabat pertahanan AS itu.