Cerita Sudiro Menjaga Makam

Minggu, 02/06/2019 17:02 WIB

Pekalongan, Jurnas.com - Menjelang Idul Fitri banyak digunakan masyarakat untuk nyekar atau ziarah ke kerabat dan handai taulan. Tradisi nyekar masih kuat dilakukan di Pulau Jawa.

Di setiap kompleks pemakaman terdapat penjaga atau juru kunci (kuncen) yang bertugas menjaga, merawat dan membersihkan makam sehingga para pengunjung yang datang ke makam merasa nyaman.

Rutinitas itulah yang dilakukan tanpa lelah oleh Pak Sudiro (60) penjaga makam di Kajen Pekalongan ini sudah lebih dari tiga tahun membersihkan makam dengan pendapatan yang bisa dikatakan tak banyak.

Selain menjaga makam, untuk menyambung hidup dan keluarganya ia juga berjualan nasi megono yang kalau bulan puasa begini buka sore hari, sementara pagi dan siang hari ia bertugas di makam.

"Biasanya bulan puasa begini selalu ramai pengunjung yang mau nyekar, jadi kondisi makam harus bersih," ucap Sudiro yang ditemui Jurnas.com usai menyapu beberapa pusara.

Meski tampak beberapa nisan tanpa nama, namun Sudiro hapal nama-nama mendiang dan menjadi petunjuk bagi pengunjung yang kebingungan mencari makam keluarganya.

Sudiro mengaku belum tahu sampai kapan menjadi penjaga makam yang ia tahu sampai saat ini merasakan sudah nyaman dengan pekerjaannya yang sekarang. 

TERKINI
Meski IHSG Menguat, Lima Saham Ini Terkoreksi Lima Saham Topang Penguatan Bursa Pekan ini Pekan Ini, IHSG Menguat 2,35 Persen Rekomendasi Warna Rumah yang Cocok untuk Daerah Panas