Pakistan Waspada Konflik AS-Iran Meletus

Sabtu, 25/05/2019 17:01 WIB

Islamabad, Jurnas.com - Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mewaspadai meletusnya konflik Amerika Serikat-Iran di kawasan Teluk, seiring ketegangan yang terus meningkat.

Pernyataan itu disampaikan pada Sabtu (25/5), bersamaan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif ke Islamabad.

Khan, yang berusaha meningkatkan hubungan Pakistan yang tegang dengan tetangganya Iran, mengaku prihatin dengan "meningkatnya ketegangan di Teluk," tetapi dia tidak secara khusus menyebut Amerika Serikat atau Arab Saudi.

"Iran menggarisbawahi bahwa perang bukan solusi untuk masalah apa pun," kata Khan dalam sebuah pernyataan dilansir dari Reuters.

"Peningkatan lebih lanjut dalam ketegangan di wilayah yang sudah bergejolak itu tidak menjadi perhatian siapa pun. Semua pihak perlu melakukan pengekangan maksimum dalam situasi saat ini," tambah Khan.

Seperti diketahui, ketegangan Iran dan Amerika Serikat meningkat, setelah serangan bulan ini terhadap kapal tanker minyak di kawasan Teluk, di mana Washington menyalahkan Iran.

Tidak hanya itu, AS juga mengirim kapal induk, 1.500 tentara tambahan, dan pesawat bomber B-52 ke Teluk, memicu kekhawatiran tentang risiko konflik di wilayah tersebut.

Pada akhir kunjungan dua hari ke Pakistan, Zarif mengatakan kepada kantor berita IRNA, bahwa tuduhan AS terhadap Teheran telah meningkatkan ketegangan.

"Tindakan ini juga merupakan ancaman bagi perdamaian dan stabilitas global," tandas dia.

TERKINI
Mendikdasmen Salurkan 1.577 IFP untuk Ribuan Sekolah di Sidoarjo KPK Geledah Kantor dan Rumah Bupati Tulungagung Arif Rahman Diganjar Legislator Fokus Kesejahteraan Petani dan Nelayan Ketua Ombudsman Terima Rp1,5 Miliar dari Bos Tambang Nikel