PM Inggris Dukung Upaya Trump Akhiri Konflik dengan Iran

Minggu, 14/06/2026 11:08 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan dukungannya terhadap upaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri konflik dengan Iran.

Dukungan tersebut disampaikan dalam percakapan telepon antara kedua pemimpin yang berlangsung pada Sabtu (13/6) waktu setempat.

Dalam pembicaraan tersebut, Starmer dan Trump membahas perkembangan terbaru proses perdamaian yang tengah diupayakan antara Amerika Serikat dan Iran. Pemerintah Inggris menilai kemajuan yang telah dicapai menjadi langkah positif menuju stabilitas kawasan Timur Tengah.

Kantor Perdana Menteri Inggris dalam pernyataan resminya menyebut bahwa Starmer memberikan dukungan penuh terhadap langkah diplomatik yang sedang ditempuh Washington.

"Perdana Menteri berbicara dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sore ini. Perdana Menteri menyampaikan dukungannya terhadap upaya Presiden Trump untuk mengakhiri konflik dengan Iran," demikian pernyataan kantor Perdana Menteri Inggris.

Pemerintah Inggris juga menyambut baik perkembangan yang telah dicapai dalam proses negosiasi tersebut dan berharap kesepakatan yang dihasilkan nantinya dapat menghadirkan perdamaian jangka panjang.

"Ia juga menyambut baik kemajuan yang telah dicapai, serta menekankan pentingnya memastikan bahwa setiap kesepakatan dapat menghasilkan perdamaian yang berkelanjutan dan abadi," lanjut pernyataan tersebut.

Selain mendukung proses diplomasi, Starmer menegaskan bahwa Inggris siap berperan aktif dalam mendukung implementasi setiap perjanjian damai yang nantinya disepakati oleh para pihak.

Pemerintah Inggris juga berkomitmen bekerja sama dengan negara-negara mitra untuk memastikan proses pelaksanaan kesepakatan berjalan efektif dan mampu menjaga stabilitas kawasan.

Dalam percakapan itu, Starmer dan Trump turut menyoroti pentingnya pemulihan kebebasan navigasi di jalur pelayaran internasional yang selama ini terdampak ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Sementara itu, Presiden Donald Trump sebelumnya mengklaim bahwa seluruh poin utama dalam perjanjian damai antara Amerika Serikat dan Iran telah disepakati oleh semua pihak terkait, termasuk Israel.

Pada Kamis lalu, Trump mengatakan kepada awak media bahwa proses negosiasi telah mencapai tahap akhir dan hanya tinggal menunggu pengesahan resmi.

Bahkan, pada Sabtu, Trump mengungkapkan bahwa penandatanganan kesepakatan damai tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 14 Juni.

Jika kesepakatan itu benar-benar terwujud, maka hal tersebut akan menjadi salah satu terobosan diplomatik terbesar di Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus membuka peluang baru bagi terciptanya stabilitas keamanan dan ekonomi di kawasan yang selama ini dilanda konflik berkepanjangan.

Meski demikian, berbagai pihak masih menunggu rincian resmi isi perjanjian yang hingga kini belum dipublikasikan secara lengkap kepada publik.

Para pengamat menilai implementasi kesepakatan nantinya akan menjadi faktor penentu keberhasilan proses perdamaian antara Washington dan Teheran. (ant)

TERKINI
Iran Disebut Setuju Buka Selat Hormuz Tanpa Tarif AS dan Iran Dikabarkan Bertemu di Swiss Pekan Depan Prediksi Starting XI Timnas Jerman vs Timnas Curacao Kapal Tanker Dihantam Proyektil Misterius di Oman, India-AS Ikut Memanas