Ledakan Bom Tewaskan Empat Polisi Pakistan

Selasa, 14/05/2019 14:05 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Empat petugas kepolisian tewas dalam ledakan bom di Quetta, ibu kota Baluchistan, Senin (13/05) malam. Ledakan itu juga melukai sekitar 10 lainnya, termasuk warga sipil.

Ledakan tersebut merupakan yang kedua di provinsi itu dalam dua hari. Baluchistan adalah tempat China berinvestasi dalam proyek-proyek infrastruktur untuk Koridor Ekonomi Pakistan Pakistan yang menghubungkan Tiongkok barat daya ke Laut Arab melalui Pakistan.

"Sebuah alat peledak improvisasi ditanam di sebuah sepeda motor yang diparkir di tepi jalan di Kota Satelit, kata Wakil Inspektur Jenderal Polisi Quetta Abdul Razzaq Cheema dilansir UPI.

Seorang juru bicara kelompok militan Taliban terlarang Pakistan mengaku bertanggung jawab atas ledakan bom itu. Satu kelompok separatis, yang dikenal sebagai Tentara Pembebasan Baluchistan, bertanggung jawab atas serangan terhadap satu-satunya hotel bintang lima Gwadar, Zaver Pearl Continental, yang menewaskan lima orang pada Sabtu, termasuk empat karyawan hotel dan satu komando angkatan laut.

Pasukan keamanan Pakistan menewaskan tiga orang yang digambarkan sebagai "teroris" dalam seragam pasukan keamanan dalam pengepungan yang berlangsung beberapa jam.

Sebelumnya pada hari Kamis, orang-orang bersenjata BLA membunuh lima orang di sebuah tambang batu bara di distrik Harnai, Balochistan.

"Seluruh negara berdiri dengan tekad sampai pemberantasan terorisme," ujar Shahbaz Sharif , pemimpin partai oposisi Liga Muslim-Nawaz Pakistan mengatakan setelah serangan di Quetta. "Dengan menargetkan Balochistan beberapa kali, musuh telah membuat niatnya jelas."

Sharif memberi penghormatan kepada pejabat keamanan dan petugas polisi karena "mempertaruhkan hidup mereka untuk membela negara dan rakyatnya." Dia juga mendesak organisasi keamanan untuk "tetap waspada karena terorisme sedang mengangkat kepalanya lagi."

TERKINI
Media Israel Sebut Pasukan Israel Bersiap Mencegat Armada Bantuan Gaza 3 Warga Palestina Tewas dalam Serangan terhadap Dapur Bantuan di Gaza Arteta Sebut Suporter Arsenal Pemain Ajaib Jelang Laga Penentuan Peluang Juara Masih Terbuka, Pep: Kami Tahu Apa yang Harus Dilakukan