Senin, 13/05/2019 22:40 WIB
Moskow, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyebut negaranya tidak tertarik untuk bergabung dengan perjanjian kontrol senjata nuklir, dengan Amerika Serikat dan Rusia.
Wang yang saat ini sedang berada di Sochi, Rusia, mengeluarkan pernyataan tersebut jelang pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov pada Senin (13/5).
Sementara Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo akan melakukan pertemuan yang sama pada Selasa (14/5) besok, dilansir dari Associated Press, menyusul keinginan Presiden AS Donald Trump untuk mengikutsertakan China dalam perjanjian nuklir terbaru.
"China tidak tertarik menjadi bagian dari perjanjian semacam itu," kata Wang kepada awak media.
Ini Hobi yang Sangat Dilarang dalam Agama Islam, Apa Saja?
Drone Ukraina Hantam Tiga Kapal Perang Rusia di Krime
Ini Hukum Pamer Kekayaan atau Flexing dalam Islam
"China menyimpan persenjataan nuklir pada tingkat minimal, guna memastikan kebijakan pertahanan," imbuh dia.
Bulan lalu, Rusia menyatakan bersedia untuk melakukan negosiasi perjanjian nuklir baru dengan Amerika Serikat (AS) dan China.
Kepada awak media, Wakil menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan, Moskow mengamati AS ingin mencapai kesepakatan senjata nuklir dengan Rusia dan China, dan bersedia untuk bernegosiasi.
Pernyataan ini diwartakan oleh CNN pada Jumat (26/4) pagi, setelah Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menemui Presiden Rusia Vladimir Putin.
Ryabkov juga ingin menyakinkan AS untuk mengadopsi pernyataan bersama, yang akan mengutuk setiap penggunaan senjata nuklir.
Keyword : Perjanjian Nuklir INF Rusia Amerika Serikat China