Kamis, 09/05/2019 11:30 WIB
Washington, Jurnas.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, melalui juru bicaranya, berharap kesepakatan nuklir Iran dapat diselamatkan.
"Sekretaris Jenderal secara konsisten menegaskan, Rencana Aksi Komprehensif Bersama merupakan pencapaian besar dalam nonproliferasi dan diplomasi nuklir dan telah berkontribusi pada perdamaian dan keamanan regional dan internasional," kata Farhan Haq, dalam konferensi pers Kamis (9/5).
Perjanjian penting antara Iran dan kelompok negara-negara P5+1 - lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan Jerman - memberlakukan pembatasan ketat pada program nuklir Teheran dengan imbalan pencabutan sanksi-sanksi AS yang telah berlangsung lama.
Sehari sebelumnya, Presiden Iran Hassan Rouhani mengancam untuk meninggalkan perjanjian dalam 60 hari jika kepentingan Teheran tidak dilindungi.
Iran Sebut Siap Hadapi Skenario Musuh dan Lanjutkan Serangan
Iran Janji Balas `Mata Ganti Mata` Jika AS Nekat Serang Infrastrukturnya
Iran Dilaporkan Siap Hadapi Invasi Darat Amerika Serikat
Menurut kepala Badan Energi Atom Iran, Ali Akbar Salehi, Iran juga siap untuk melanjutkan kegiatan pengayaan uraniumnya kapan pun diperlukan. "Guterres sangat berharap Rencana Aksi Komprehensif Bersama dapat dipertahankan," kata Haq.
Tahun lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menarik negaranya dari perjanjian nuklir 2015 antara Iran dan kelompok negara-negara P5+1 (lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman).
Tak lama kemudian, Washington memberlakukan kembali sanksi ekonomi terhadap Iran yang menargetkan sektor energi dan perbankan negara itu. (Anadolu)