Sabtu, 20/04/2019 19:44 WIB
Benghazi, Jurnas.com - Badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (WHO) menyebut setidaknya 15 orang tewas dalam pertempuran menguasai ibukota Libya dalam dua hari terakhir, menjadikan total 220 orang tewas termasuk warga sipil.
WHO mengatakan pada Sabtu (20/4), bahwa 1.066 lainnya telah terluka sejak Pasukan Nasional Libya melancarkan serangan pada 5 April untuk mengambil alih Tripoli.
Dilansir dari Associated Press, pertempuran itu mengadu LNA, yang dipimpin oleh Khalifa Hifter, melawan milisi saingan yang berafiliasi dengan pemerintah yang didukung oleh Amerika Serikat (AS).
Bentrokan itu juga dikhawatirkan memicu perang saudara dalam skala pemberontakan 2011, yang menumbangkan dan membunuh diktator Moammar Gadhafi. Saat itu Libya terpecah antara pemerintah saingan di timur dan barat.
PBB: 2025 Tahun Paling Mematikan bagi Pengungsi Rohingya di Laut
Tak Cuma Mengecam, Begini Balasan Italia usai Pasukannya Diserang Israel
Legislator NasDem Dorong PBB Tindak Tegas Pelaku Serangan UNIFIL
Sementara Presiden AS Donald Trump menelepon Hifter awal pekan ini, menyatakan dukungan AS terhadap persepsi sikap pemimpin terhadap terorisme.
Keyword : PBB Perang Libya