PDIP Siapkan Dapur Umum Gotong Royong di Hari Pencoblosan

Selasa, 16/04/2019 13:07 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri membuat maklumat perintah harian yang ditujukan kepada seluruh simpatisan, anggota, dan kader PDI Perjuangan di Struktural Partai, Legislatnf, dan Eksekutif.

Perintah harian Mega itu dibacakan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Pertama, agar semua memperjuangkan Pemilu serentak nasional 2019 agar telaksana secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil berdasarkan Demokrasi Pancasula.

Kedua, galang rakyat agar menggunakan hak konstitusionalnya untuk memilih dengan cermat dan tepat., serta hindari adanya golput.

Ketiga, jaga TPS dengan menempatkan saksi Partai untuk pemilihan legislatif dan saksi pemilihan presiden-wakil presiden dengan mewujudkan rasa aman bagi rakyat untuk memilih bebas dari intimidasi.

Keempat, siapkan posko dapur umum dengan cara gotong royong, dan jaga TPS dengan baju putih sebagas semangal putih adalah kita.

Kelima, menangkan Pilpres dan Pileg sebagai satu tarikan nafas perjuangan.

"lngat, bahwa jam O7:00-13.00 adalah periods waktu pendaftaran. Setiap warga negara yang punya hak pilih dulindungi hak konstitusionalnya untuk memilih. Bagi pemilih yang sudah terdaftar, harus tetap dilayani untuk mempergunakan hak pilihnya walaupun waktu sudah menunjukkan lewat pukul 13:00," ujar Mega sebagimana dibacakan oleh Hasto Kristiyanto.

Dijelaskan juga bahwa siapa pun yang menghalang-halangi penggunaan hak pilih tersebut dikategorikan sebagai pelanggaran pidana Pemilu.

"lngat. Pemilu manifestasi dari kedaulatan rakyat. Siapa pun yang menganggu jalannya Pemilu harus diproses hukum sesuai ketentuan perundang-undangan yang belaku."

"lngat. Perjuangan kita sudah bulat!! Kita perjuangkan dan kawal jalan kemenangan Jokowi K.H. Ma`ruf Amin nomor 01, dan PDI Penuangan," tegas Hasto.

TERKINI
Kantor BGN Digeledah, Pimpinan DPR: Serahkan ke Penegak Hukum Pergantian Pimpinan BGN Harus Perkuat Kualitas Layanan Program MBG Mode Nostalgia, Mengenang Motor Bekennya Remaja Era 90 dan Awal 2000-an BP BUMN Bakal Rampingkan 44 Entitas Usaha PLN menjadi 23