Komisi X: Pendidikan Berkualitas Hak Setiap Anak Indonesia

Rabu, 22/07/2026 07:54 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli mendatang perlu menjadi pengingat bahwa setiap anak Indonesia berhak memperoleh pendidikan tanpa hambatan ekonomi, geografis, maupun kondisi fisik.

Menyambut momentum tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati menyampaikan bahwa pemenuhan hak anak atas pendidikan masih menghadapi tantangan serius, mulai dari kesenjangan akses di wilayah 3T, keterbatasan pembiayaan, hingga minimnya layanan bagi anak berkebutuhan khusus.

"Hak dasar yang memang harus diberikan kepada anak adalah persoalan pendidikan. Kita berharap tidak ada seorang anakpun yang tidak bisa menikmati pendidikan, apapun kendalanya," ujar My Esti kepada Parlementaria di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (21/7).

Saat ini tidak sedikit tantangan yang dihadapi anak-anak Indonesia untuk menikmati hak atas pendidikan yang layak. My Esti menyoroti sejumlah masalah tersebut, mulai dari masih banyak anak yang harus menempuh perjalanan panjang dengan medan berbahaya hanya untuk sampai ke sekolah.

"Ada yang harus berjalan sejak dini hari, menyeberang menggunakan kapal kecil, bahkan melewati jembatan tali. Kondisi seperti ini harus menjadi perhatian serius negara. Sekecil apapun jumlah anak di wilayah tersebut, mereka tetap berhak mendapatkan layanan pendidikan yang layak," tegasnya.

Kemudian terkait pemenuhan hak pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, meski keberadaan sekolah inklusi saat ini sudah menjadi langkah positif, namun masih menghadapi tantangan besar berupa minimnya jumlah guru pendamping.

"Ketika tidak ada guru pendamping, sekolah tentu mengalami kesulitan dalam memberikan layanan pendidikan yang optimal bagi anak berkebutuhan khusus. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan," kata Anggota Fraksi PDI-P tersebut.

Pada jenjang pendidikan tinggi, My Esti menilai akses bagi lulusan sekolah untuk melanjutkan kuliah masih menghadapi berbagai kendala. Ia menyoroti kuota Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang dinilai belum sebanding dengan jumlah mahasiswa baru yang membutuhkan bantuan.

Dari sekitar 1,7 juta mahasiswa baru setiap tahun, kata dia, penerima KIP Kuliah baru berkisar 200 ribu orang. Menurutnya, jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan, mengingat kelompok sasaran bantuan sosial pemerintah mencakup sekitar 40 persen masyarakat.

Ia juga menilai besaran bantuan KIP Kuliah, khususnya bagi mahasiswa di perguruan tinggi unggulan, belum mampu menutup biaya pendidikan yang harus ditanggung sehingga masih membebani kampus maupun mahasiswa.

Karena itu, My Esti mengatakan Komisi X berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan dan alokasi anggaran pendidikan bersama pemerintah agar program-program yang dijalankan benar-benar menjangkau seluruh anak Indonesia, termasuk mereka yang berada di daerah 3T, berasal dari keluarga kurang mampu, maupun anak berkebutuhan khusus.

Legislator Dapil D.I. Yogyakarta itu berharap pemerintah semakin memperkuat anggaran pendidikan yang secara langsung menyentuh kebutuhan peserta didik, mulai dari peningkatan infrastruktur sekolah, pemerataan sarana dan prasarana, hingga penyediaan tenaga pendidik yang memadai.

"Dengan begitu, kesenjangan kualitas pendidikan antardaerah dapat dikurangi dan seluruh anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik," tambahnya.

Menutup pesannya dalam momentum Hari Anak Nasional, My Esti Wijayati mengajak seluruh anak Indonesia untuk terus semangat belajar, berani bermimpi, dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang berkontribusi bagi bangsa.

"Anak-anak Indonesia adalah masa depan bangsa. Karena itu, kejarlah cita-cita setinggi mungkin, belajarlah dengan sungguh-sungguh, dan jadilah pribadi yang kelak mampu memberikan manfaat bagi negara dan masyarakat," ujarnya.

Ia juga mengingatkan anak-anak agar menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan, seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, minuman keras, dan tindakan merugikan lainnya.

"Jagalah diri kalian sebaik-baiknya. Hindari hal-hal yang dapat menghambat masa depan, karena masa depan Indonesia ada di tangan kalian," pungkasnya.

TERKINI
Nanik S Deyang Spill Penggantinya di BGN: "Adik Saya" Kepala BGN Mundur, Momentum Benahi Tata Kelola Program MBG Pedro Porro Terpilih Jadi Bek Terbaik Piala Dunia 2026 Pasukan Iran Gempur Kompleks Radar di Kuwait