Sabtu, 06/04/2019 17:01 WIB
California, Jurnas.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan sistem imigrasi AS sudah terlalu dibebani oleh penyeberangan ilegal di perbatasan AS-Meksiko.
Karena itu, dia menyatakan bahwa negaranya “sudah penuh”, setelah mengetahui adanya peningkatan penyeberangan ilegal yang signifikan.
"Memang ada keadaan darurat di perbatasan selatan kami," kata Trump dalam konferensi pers di perbatasan Meksiko pada Sabtu (6/4).
“Ini gelombang besar dan melanda sistem imigrasi kita, dan kami tidak bisa membiarkan itu terjadi. Kami tidak bisa membawa Anda lagi. Kami tidak bisa membawa Anda. Negara kami sudah penuh,” tegas Trump.
Zelensky Geram Trump Longgarkan Sanksi Minyak Rusia
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Trump Kekeh Mau Adang Kapal Iran
Trump Sebut Israel-Lebanon Sepakat Gencatan Senjata 10 Hari
Maju dalam pemilihan presiden yang akan digelar pada 2020 datang, Trump kerap berbicara seputar imigrasi dan keamanan perbatasan.
Bahkan sebelumnya politisi Partai Republik itu sempat bersitegang dengan Kongres untuk pembangunan tembok perbatasan, guna mencegah masuknya gelombang imigran asal Amerika Tengah.
Awal pekan lalu, Trump mengancam akan menutup perbatasan karena tingginya jumlah migran yang mencoba masuk ke AS. Namun dalam sesi konferensi pada Kamis lalu, pernyataannya mengendur.
“Meksiko benar-benar hebat selama empat hari terakhir,” kata presiden ketika meninggalkan Gedung Putih.
“Aku tidak pernah berubah pikiran sama sekali. Aku mungkin akan mematikannya di beberapa titik,” tandas dia.