Jum'at, 05/04/2019 19:01 WIB
Kuala Lumpur, Jurnas.com – Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menegaskan tidak akan meratifikasi Statuta Roma mengenai Mahkamah Pidana Internasional (ICC), setelah mendapatkan tekanan dari mayoritas oposisi Muslim.
Sebagaimana dikutip dari Associated Press, Mahathir menyebut alasan kabinet tidak meratifikasi Statuta Roma karena telah dimanipulasi oleh lawan politik.
Dia membantah tudingan yang menyebut bahwa Mahkamah Pidana Internasional akan merusak kedaulatan Malaysia dan keluarga kerajaannya, setelah sultan negara berpengaruh memilih menolak keikutsertaan Malaysia pada awal Maret lalu.
Sebelum Malaysia, Filipina sudah terlebih dahulu keluar dari Mahkamah Pidana Internasional, setelah Presiden Duterte memprotes dakwaan ICC terkait upaya pemberantasan narkoba di negara tersebut.
PM Malaysia Siap Potong Gaji Menteri jika Krisis Timteng Berlanjut
Malaysia Minta Iran Tetap Waspadai Tipu Daya AS dan Israel
Dianggap Gagal Ujudkan Reformasi, Mahathir Ikut Tuntut Mundur PM Malaysia
Filipina mengikuti Burundi, Zambia, Afrika Selatan, Kenya, dan Gambia yang disebut akan keluar dari Mahkamah Internasional tersebut, menyusul penolakan China, Rusia, dan Amerika Serikat (AS).