Mortir Nyasar Bunuh 4 Siswa di Afghanistan

Sabtu, 30/03/2019 22:08 WIB

Kabul, Jurnas.com - Sekolah di Provinsi Ghazni, Afganistan yang saat ini masih bergolak, dihantam mortir. Dikabarkan, empat siswa tewas. Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat, tembakan mortir dari arah yang tidak diketahui dan menewaskan empat siswa sekaligus melukai 13 lainnya.

Pemerintah menyebutkan di daerah itu pertempuran tengah berlangsung antara pasukan keamanan dan Taliban, ketika insiden mortir terjadi. Insiden ini terjadi sepekan setelah 13 warga sipil, termasuk 10 anak-anak, tewas dalam serangan udara oleh pasukan asing di utara Provinsi Kunduz.

"Serangan udara yang dilakukan oleh pasukan militer internasional pada Jumat malam hingga Sabtu (22 Maret dan 23 Maret) di Kunduz untuk mendukung pasukan pro-pemerintah menewaskan 13 warga sipil dan melukai tiga lainnya," kata Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) dalam sebuah pernyataan pada Senin, 25 Maret.

Meningkatnya korban sipil dalam konflik Afghanistan memunculkan kekhawatiran besar. Terkait mayat, pekan lalu warga Kunduz menggelar demonstrasi yang memprotes serangan udara mematikan di negara itu.

Catatan menyebutkan 3.804 warga sipil, termasuk 927 anak-anak, terbunuh dalam konflik ini pada 2018–sebuah indikator yang jelas tentang intensifikasi kekerasan–PBB bulan lalu menyerukan bahwa merebut perdamaian di Afghanistan adalah kebutuhan mendesak. (AA)

TERKINI
Mengapa Hari Angin Sedunia Diperangati Setiap 15 Juni? Hari Kesadaran Kekerasan terhadap Lansia Sedunia 15 Juni, Ini Sejarahnya 15 Juni 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini Klasemen Piala Dunia 2026: AS, Swiss, Skotlandia, dan Meksiko Memimpin