Venezuela Kembali Gelap, Maduro Salahkan Teroris

Rabu, 27/03/2019 07:45 WIB

Caracas, Jurnas.com - Presiden Venezuela, Nicolas Maduro menyebut "teroris" berada di balik pemadaman listrik baru yang hampir terjadi di seluruh negara bagian yang mencengkeram Venezuela pada Selasa (26/3) waktu setempat.

Insiden itu terjadi hanya dua minggu setelah pemadaman yang sama menyebabkan kematian dan kekacauan di negara itu.

Dalam sebuah pernyataan di Twitter, Maduro mengatakan "api skala besar" disengaja mengenai fasilitas di sekitar pembangkit listrik tenaga air Guri di selatan yang memasok listrik 80 persen dari 30 juta penduduk Venezuela.

"Tangan-tangan kriminal kemudian menghancurkan transformer ketika perbaikan sedang berlangsung," katanya, menuduh serangan teroris yang licik memiliki tujuan mengacaukan Venezuela.

Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mengatakan, penutupan selama 24 jam sekolah dan tempat kerja akan diperpanjang lagi 24 jam hingga Rabu malam, berdasarkan skala kerusakan.

Pemadaman pertama, antara 7 dan 14 Maret, mengakibatkan lebih dari puluhan pasien rumah sakit, termasuk yang membutuhkan cuci darah atau perawatan intensif, sekarat, dan warga yang putus asa beralih ke saluran pembuangan air limbah untuk mendapatkan air.

Pada Selasa, Caracas dan kota-kota lain kembali lumpuh. Transportasi umum dan persediaan air terganggu. Bangunan tanpa generator - termasuk banyak rumah sakit - runtuh

TERKINI
Delegasi Dunia Kagumi Kearifan Lokal di Lapas Bangli dan Bapas Karangasem 10 Ucapan Hari Peringatan Konferensi Asia Afrika 2026 yang Penuh Makna 71 Tahun Konferensi Asia Afrika: Warisan Bandung di Tengah Dunia Bergejolak "Super-Venus", Planet Baru Enaiposha yang Bikin Ilmuwan Bingung