11 Negara Arab Dirikan Organisasi Ruang Angkasa Pertama

Kamis, 21/03/2019 15:40 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Sebelas negara Arab, termasuk Uni Emirat Arab (UEA) mendirikan organisasi ruang angkasa Arab pertama, yang proyek pertamanya akan mengembangkan satelit untuk memantau perubahan lingkungan dan iklim.

Dilansir CGTN, Sheikh Mohammed bin Rashid al Maktoum, wakil presiden UEA dan penguasa Dubai, menghadiri upacara penandatanganan piagam untuk Kelompok Kerjasama Antariksa Arab, yang diadakan pada hari pembukaan Kongres Luar Angkasa Global di Abu Dhabi.

Sheikh Mohammed mengatakan proyek pertama kelompok itu adalah mengembangkan satelit yang dinamai 813, tahun Rumah Kebijaksanaan di Baghdad mencapai puncak reputasinya. Satelit itu akan dikembangkan di UAE.

Mohammed mencatat bahwa DPR menyatukan para ilmuwan dan menerjemahkan buku-buku pengetahuan, dan menjadi tempat bagi kawasan untuk melepaskan energi ilmiahnya.

Kongres Luar Angkasa Global yang diadakan pada 19-21 Maret, adalah salah satu acara penting yang mempertemukan para pemimpin sektor ruang angkasa di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

Kabinet UEA pada 11 Maret mengadopsi Strategi Luar Angkasa Nasional 2030, yang mencakup 36 tujuan dan 119 inisiatif yang menguntungkan lebih dari 85 entitas di UEA.

Strategi ini dilihat sebagai kerangka kerja umum untuk industri dan aktivitas luar angkasa UEA sampai 2030.

TERKINI
Hizbullah: Gencatan Senjata Tidak Bisa Sepihak, Janji Balas Serangan Israel Parlemen Klaim Kemenangan Iran, Sebut Gencatan Senjata Strategi Insiden Delay Bagasi Parah di Bandara KLIA, Menteri Panggil Pengelola Ilmuwan Temukan 600.000 Protein Mikroba Pemakan Plastik di Seluruh Bumi