Perdana Menteri Pakistan Tolak Dianugerahi Nobel Perdamaian

Senin, 04/03/2019 18:48 WIB

Islamabad, Jurnas.com - Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan mengatakan tidak layak menerima Hadiah Nobel Perdamaian.

Itu disampaikan setelah beredar di media sosial seruan untuk memberinya penghargaan atas perannya dalam meredakan ketegangan dengan India.

"Orang yang layak akan ini adalah orang yang menyelesaikan perselisihan Kashmir sesuai dengan keinginan rakyat Kashmir dan membuka jalan bagi perdamaian dan pembangunan manusia di anak benua," tulis Khan di Twitter, Senin (4/3).

Menteri Informasi Pakistan, Fawad Chaudhry mengajukan resolusi kepada Majelis Nasional pada Sabtu (2/3), menyarankan Khan (66) menerima penghargaan prestisius.

Lebih dari 400.000 orang menandatangani petisi di media sosial yang menyerukan untuk memberi penghargaan kepada Khan.

Ketika dunia menahan napas selama ketegangan India-Pakistan yang tegang, Khan membuat pengumuman mengejutkan minggu lalu bahwa pilot India yang ditangkap, Komandan Wing Abhinandan Varthaman, akan dibebaskan dalam "gerakan damai".

Varthaman diserahkan kepada otoritas India pada Jumat (1/3) waktu setempat. (Al Jazeera).

TERKINI
Pengamat Sebut Penegakan Hukum jadi Cermin Kualitas Demokrasi Rudianto Lallo: Kenaikan Kepercayaan Publik Modal Polri Perkuat Reformasi Asal Usul Jakarta: Dari Sunda Kelapa, Jayakarta, hingga Jadi Ibu Kota Rosan Ajak Perguruan Tinggi Implementasikan Riset ke Industri Hilirisasi