Rabu, 13/02/2019 08:50 WIB
Caracas, Jurnas.com - Perampas kekuasaan tidak punya pilihan lain selain meninggalkan Venezuela. Demikian kata pemimpin oposisi, Juan Guaido, merujuk pada Presiden Nicolas Maduro.
Dilansir dari AFP, pernyataan Guaido itu disampaikan saat mengumumkan, bantuan internasional untuk rakyat Venezuela yang akan segara masuk pada 23 Februari.
"Bantuan kemanusiaan harus masuk ke Venezuela karena perampas kekuasaan tidak punya pilihan selain meninggalkan Venezuela," ujar Guaido.
"Ada hampir 300 ribu warga Venezuela akan meninggal jika bantuan tidak masuk. Ada dua juta orang dalam risiko kesehatan," sambungnya, merujuk blokade Maduro terhadap bantuan AS di perbatasan Kolombia.
Lusinan Jurnalis Ditangkap di Venezuela, Satu Orang Dideportasi
Maduro Tertangkap, Pemimpin Oposisi Ingin Pulang ke Venezuela
Politisi Republik Bantah Trump Bakal Kendalikan Venezuela
Guaido yang sudah diakui sebagai pemimpin interim Venezuela oleh 50 negara itu sendiri sudah memperingatkan militer, yang masih setia kepada Maduro, agar tidak memblokade bantuan kemanusiaan.
Ia mengatakan, pemblokiran akses bantuan kemanusiaan sampa dengan genosida dan kemungkinan militer bertanggung jawab atas kematian 40 demonstran dalam unjuk rasa anti-Maduro sejak 21 Januari lalu.
Sekedar diketahui, Guaido juga sudah mengumumkan pusat penampungan bantuan baru setelah Maduro memblokade perbatasan negaranya.
Duta Besar Guaido untuk Brasil, Maria Teresa Belandria, mengatakan bahwa pusat bantuan itu akan dibangun di Roraima, di dekat perbatasan tenggara Venezuela.