Sabtu, 09/02/2019 21:30 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Luar Negeri China mendesak pembicaraan damai untuk mengatasi krisis Venezuela dan menyuarakan dukungannya bagi upaya masyarakat internasional untuk mencapai tujuan tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, juru bicara kementerian Hua Chunying mengatakan China percaya bahwa urusan Venezuela harus diselesaikan oleh rakyat Venezuela di bawah kerangka konstitusi dan hukum dan melalui dialog damai dan cara-cara politik.
Dia menunjuk sebuah kelompok kontak internasional yang dipimpin PBB yang dibentuk pada hari Kamis dan meminta para pihak untuk memainkan peran konstruktif.
Venezuela telah diguncang oleh protes sejak 10 Januari, ketika Presiden Nicolas Maduro dilantik untuk masa jabatan kedua setelah pemungutan suara yang diboikot oleh oposisi.
Pemerintah China Desak Amerika dan Israel Berhenti Serang Iran
China Berlakukan Bebas Visa 30 Hari untuk Turis Kanada dan Inggris
Imbas Serangan AS, Gerilyawan Kolombia Kabur dari Venezuela
Ketegangan meningkat ketika pemimpin oposisi Juan Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden pada 23 Januari, sebuah langkah yang didukung oleh AS dan banyak negara Eropa dan Amerika Latin.
Rusia, China, Iran, Bolivia, dan Meksiko lebih mengutamakan Maduro, seperti halnya Turki.
Dua puluh negara anggota Uni Eropa termasuk Spanyol, Jerman, Prancis dan Inggris telah mengakui Guaido, meningkatkan tekanan pada Maduro.
Keyword : Konflik Venezuela Pemerintah China