Rabu, 06/02/2019 17:45 WIB
Yerusalam, Jurnas.com - Pemerintah Israel tidak memiliki hubungan diplomatik dengan anggota Dewan Kerjasama Teluk (Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Oman, Qatar dan Kuwait). Namun meluncurkan kedutaan besar virtual agar rakyat Teluk mengerti kebijakan Israel.
"Kami senang mengumumkan peluncuran kembali kedutaan Israel di Teluk yang bertujuan untuk mempromosikan dialog antara Israel dan negara-negara Teluk," kata kementerian itu di Twitter.
"Kami berharap kedutaan virtual ini akan berkontribusi untuk memperdalam pemahaman antara masyarakat Teluk dan rakyat Israel di berbagai bidang," katanya menambahkan.
Dilansir dari Anadolu, Keduataan besar virtual "Israel di Teluk" pertama kali diluncurkan pada pertengahan 2013, lalu vakum satu tahun kemudian.
Hizbullah Beri Lima Syarat Gencatan Senjata dengan Israel
Parlemen Klaim Kemenangan Iran, Sebut Gencatan Senjata Strategi
Iran Tutup Selat Hormuz Lagi, Timur Tengah Terus Memanas
Menjelang peluncuran ulang keduaan tersebut, Juru Bicara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Ofir Gendelman, mendesak Teluk untuk mengikuti halaman "dengan tujuan untuk mempromosikan dialog antara Anda dan kami".
Pada Oktober, Netanyahu melakukan kunjungan kejutan ke Oman atas undangan dari penguasa negara Teluk. Setelah kunjungan tersebut, sejumlah menteri Israel mengunjungi UEA dan Bahrain untuk menghadiri konferensi ekonomi dan kompetisi olahraga.
Belakangan, kira-kira satu tahun terakahir, Netanyahu sudah tidak tertutup lagi bahkan tidak takut menyampaikan di depan umum keinginannya meningkatkan hubungan Arab-Israel.