China Disiplinkan 80 Pejabat Terkait Skandal Vaksin

Minggu, 03/02/2019 11:10 WIB

Beijing, Jurnas.com - Badan pengawas korupsi China, mengatakan, pihaknya mendisiplinkan lebih dari 80 pejabat terkait dengan skandal vaksin tahun lalu yang memicu kekhawatiran publik atas keamanan obat-obatan yang diproduksi di Negeri Tirai Bambu itu.

Produsen utama vaksin rabies China, Changchun Changsheng Biotechnology disanksi dengan denda USD1,3  pada Oktober setelah ditemukan catatan memalsukan.

Empat pejabat dari Administrasi Makanan dan Obat-obatan China (CFDA), termasuk mantan wakil direktur Wu Zhen, telah diserahkan kepada jaksa penuntut, Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin mengatakan dalam sebuah pernyataan, Sabtu (2/2).

Kantor berita pemerintah Xinhua merinci tuduhan terhadap Wu termasuk nepotisme dan menerima suap. Ia juga telah diusir dari Partai Komunis.

"Karena `kejam terhadap rakyat`, Wu diduga menyalahgunakan kekuasaannya dalam regulasi narkoba, sangat membahayakan pengawasan negara atas narkoba," kata Xinhua, mengutip pengawas korupsi.

Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin juga mengatakan akan "menangani secara serius" lebih dari 80 pejabat provinsi atau lokal lain dari berbagai organisasi pemerintah, tanpa menawarkan rincian.

"Para pejabat ini telah dipecat atau diturunkan pangkatnya," katanya.

Pihak berwenang sebelumnya mengatakan vaksin rabies yang rusak tidak masuk pasar. Tetapi kasus ini memicu kemarahan dari pelanggan yang muak dengan skandal keamanan produk yang berulang, khususnya di sektor obat-obatan.

Ketua perusahaan obat dan 14 karyawan ditangkap setelah skandal itu terungkap Juli lalu, sementara lebih dari selusin pejabat nasional, provinsi dan lokal dipecat.

TERKINI
Tiga Eks Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi Rp78 Miliar Pemerintah Diminta Perkuat Perlindungan UMKM di Era Digital Bupati Langkat Tiba di Gedung KPK Usai Terjaring OTT KUII VIII Siapkan Peta Jalan Geopolitik Hadapi Tatanan Dunia Baru