Jum'at, 01/02/2019 20:05 WIB
Caracas, Jurnas.com - Pemimpin Majelis Nasional Venezuela, Juan Guaido, mengatakan, kelebihan Venezuela ada pada persatuan rakyat. Itu disampaikan lewat tulisan opini yang diterbitkan The New York Times, Jumat (1/2).
Dalam tulisan itu ia mengatakan, masa kepemimpinan Presiden Venezuela yang terpilih, Nicolas Maduro, tak lama lagi. "Waktu Maduro hampir habis, tetapi untuk mencegah pergantian rezim jadi pertumpahan darah, semua warga Venezuela harus bersatu," papar Guaido.
Guaido mengklaim statusnya sebagai "presiden sementara" didasarkan pada Konstitusi Venezuela. "Itu sebabnya sumpah yang saya ambil pada 23 Januari tidak dapat dianggap sebagai `proklamasi diri`," jelasnya.
Guaido mengatakan lebih dari 50 negara telah mengakuinya sebagai presiden sementara. Ia juga mengklaim bahwa terpilihnya kembali Maduro dalam pemilihan umum Mei 2018 "tidak sah".
Lusinan Jurnalis Ditangkap di Venezuela, Satu Orang Dideportasi
Maduro Tertangkap, Pemimpin Oposisi Ingin Pulang ke Venezuela
Politisi Republik Bantah Trump Bakal Kendalikan Venezuela
Venezuela telah diguncang gelombang protes sejak 10 Januari, ketika Maduro dilantik untuk masa jabatan kedua. Ketegangan pun meningkat ketika pemimpin oposisi Juan Guaido mendeklarasikan dirinya sebagai presiden pada 23 Januari.
Brasil, Argentina, Kanada, Chili, Kolombia, Kosta Rika, Ekuador, Guatemala, Panama, Paraguay, dan Organisasi Negara-negara Amerika turut mengakui Guaido sebagai presiden sementara.
Sementara itu, beberapa negara Amerika, seperti Bolivia dan Meksiko, masih mengakui Maduro. Rusia, China, Turki, dan Iran juga menyatakan dukungan untuk Maduro.
Inggris, Jerman, Prancis, dan Spanyol telah meminta Maduro untuk mengumumkan pemilihan umum baru untuk meredakan krisis. (Anadolu)