Sekitar 10 Anggota PBB Tewas di Mali

Senin, 21/01/2019 12:16 WIB

Dakar – Sedikitnya 10 pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) asal Chad, Afrika Tengah tewas dan 25 lainnya terluka dalam serangan kamp PBB di Mali utara.

Demikian menurut, Misi Stabilisasi Terintegrasi Multidimensi PBB di Mali (MINUSMA), Minggu (20/1) waktu setempat. MINUSMA mengatakan serangan itu terjadi Aguelhok, kawasan Kidal.

"Sekretaris Jenderal mendesak pihak berwenang Mali, serta kelompok-kelompok bersenjata yang menandatangani perjanjian damai, untuk berusaha menemukan pelaku serangan ini sehingga mereka dapat dibawa ke pengadilan secepat mungkin," kata pernyataan PBB.

Dilansir dari Anadolu, kelompok Al-Qaeda di Maghreb Islam (AQIM) mengaku bertanggung jawab atas seranganyang terjadi pada Minggu itu.

Mali, salah satu negara termiskin di dunia, menderita karena kehadiran sejumlah kelompok teror, di mana pasukan penjaga perdamaian Prancis, Mali dan PBB melancarkan operasi kontraterorisme.

Ketegangan di Mali dimulai pada 2012 setelah kudeta yang gagal dan pemberontakan Touareg yang pada akhirnya memungkinkan kelompok-kelompok militan yang terkait al-Qaeda untuk mengambil alih bagian utara negara itu.

Pada 2015, kesepakatan damai ditandatangani antara pemerintah dan beberapa kelompok pemberontak. Namun, perselisihan politik dan masyarakat terus memicu ketegangan di Mali utara, sehingga merusak implementasi perjanjian perdamaian.

TERKINI
Berbagai Manfaat Lari Pagi untuk Kesehatan Ini Amalan agar Keinginan Ibadah Haji Cepat Terkabul Wafat saat Menunggu Antrean Haji, Apakah Tetap Dapat Pahala? 22 April 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini