Senin, 21/01/2019 07:45 WIB
Jakarta - Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Turki siap untuk mengambil alih keamanan di Manbij Suriah tanpa penundaan. Hal itu diungkapkan dalam percakapan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Minggu malam (20/01).
Sebuah pernyataan dari kepresidenan Turki mengatakan Erdogan dan Presiden AS Donald Trump setuju untuk mengambil tindakan bersama untuk membersihkan sisa-sisa Daesh di Suriah dan mencegah kebangkitan kelompok itu.
Erdogan mengatakan bahwa Turki tidak akan mengizinkan PKK dan afiliasinya di Suriah PYD / YPG untuk menggoyahkan Suriah timur laut. Kedua pemimpin juga membahas hubungan bilateral, serta perkembangan terbaru di Suriah.
Erdogan menyatakan belasungkawa kepada Trump atas staf Amerika yang kehilangan nyawa dalam serangan teroris pekan lalu di Manbij, menambahkan bahwa itu adalah provokasi untuk mempengaruhi keputusan AS untuk menarik diri dari Suriah.
Eks Kepala Staf AU Era Assad Ditangkap Terkait Serangan Kimia
ISIS Klaim Serangan Mematikan terhadap Tentara Suriah di Hasakah
Perbatasan Suriah-Turki Dibuka Perdana sejak 12 Tahun
"Paling tidak empat warga Amerika tewas, dan tiga lainnya cedera dalam serangan bunuh diri di Manbij, Suriah," kata Pentagon pekan lalu dilansir aa.
Komando Pusat AS mengatakan dua anggota layanan tewas, serta seorang warga sipil Pentagon dan seorang kontraktor, ketika melakukan keterlibatan lokal. Seorang pejabat pertahanan yang tidak bersedia namanya disebutkan mengatakan kontraktor itu bekerja sebagai penerjemah.
Semua orang Amerika yang terluka adalah anggota layanan, menurut perintah itu. Sejumlah warga sipil setempat yang tidak dikenal juga tewas dan terluka.
Keyword : Turki Wilayah Manbij Suriah