Ketika Sandiaga Uno Tolak Jawab Pertanyaan Jokowi
Kamis, 17/01/2019 23:34 WIB
Jakarta - Cawapres, Sandiaga Uno menolak permintaan Prabowo Subianto untuk menambahkan jawaban terkait pertanyaan Jokowi soal keterwakilan perempuan di pengurus Partai Gerindra.
Setelah menjawab pertanyaan
Jokowi,
Prabowo memberikan kesempatan kepada Sandiaga untuk memanfaatkan waktu yang tersisa.
"Saya bukan (kader) Gerindra lagi pak (
Prabowo), jadi tidak bisa jawab. Kecuali bapak angkat lagi (jadi kader Gerindra)," kata Sandiaga sambil tertawa, menolak permintaan
Prabowo, dalam sesi debat
Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1).
Sandiaga memang sudah tidak menjadi pengurus maupun kader Gerindra setelah resmi maju sebagai Cawapres mendampingi Prabowo dalam kontestasi Pilpres 2019.
Lalu,
Prabowo pun melarang Sandiaga melanjutkan penjelasan atas pertanyaan yang dilayangkan
Jokowi. "Oh iya, tidak, jangan-jangan," kata
Prabowo sambil menyudahi sesi tersebut.
Sebelumnya, Capres
Jokowi mempertanyakan soal pemberdayaan perempuan yang diwacanakan
Prabowo Subianto dalam visi misinya.
Jokowi menilai, pemberdayaan perempuan yang disampaikan
Prabowo tidak sesuai dengan kepengurusan di Partai Gerindra. Menurutnya, elite Partai Gerindra sangat minim keterwakilan perempuan.
"Tadi bapak katakan dalam visi misi soal pemberdayaan perempuan, sementara pimpinan di Partai Gerindra tidak ada perempuan. Bagaimana Pak
Prabowo menyikapi inkonsisten ini," tanya
Jokowi.
Menanggapi pertanyaan
Jokowi,
Prabowo menyebut, Partai Gerindra memiliki satu orang Wakil Ketua Umum, yakni Sukmawati Soekarnoputri. Menurutnya, Gerindra juga memiliki Caleg dari keterwakilan perempuan lebih dari 30 persen.
"Kita punya wakil ketua umum Ibu Sukmawati Soekarnoputri. Saya kira Partai Gerindra yang memiliki Caleg dari keterwakilan perempuan yang lebih dari 30 persen," kata
Prabowo.
TERKINI
Lima Air Rebusan yang Ampuh Hancurkan Lemak Perut
Ini Hobi yang Sangat Dilarang dalam Agama Islam, Apa Saja?
Tiga Gunung Paling Angker di Jawa, Tidak Cocok untuk Anda yang Penakut
Alasan 19 April Ditetapkan Sebagai Hari Hansip Nasional, Ini Sejarahnya