Kamis, 10/01/2019 10:39 WIB
Washington - Harga minyak dunia turun karena pasokan Amerika Serikat (AS) membengkak, tetapi suasana hati umumnya optimis pada harapan perdagangan.
Jurnas.com melansir dari Reuters, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS CLc1 berada di USD 51,93 per barel pada 0033, turun 43 sen, atau 0,8 persen.
Sementara itu, minyak mentah berjangka internasional Brent LCOc1 belum diperdagangkan.
Kedua tolok ukur harga minyak telonjak sekitar 5 persen pada hari sebelumnya karena pasar keuangan di seluruh dunia optimis Washington dan Beijing akan segera mengakhiri perselisihan perdagangan.
Taiwan Desak China Akui Insiden Berdarah Tiananmen 1989
China Minta AS dan Iran Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata
Komisi II DPR Gandeng China untuk Pembangunan dan SDM Daerah
Rabu sebelumnya, Menteri energi Arab Saudi, Khalid al-Falih yakin, keputusan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan beberapa sekutu, termasuk Rusia pengurangan pasokan dimulai pada akhir 2018 akan membuat pasar minyak menjadi seimbang.
"Kami tidak akan mengesampingkan tindakan lebih lanjut di masa depan, jika diperlukan," jelas Falih.
Meskipun demikian, bank AS Morgan Stanley meragukan harga minyak 2019 lebih dari 10 persen mengingat pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya pasokan minyak dari luar OPEC.
Morgan Stanley memperkirakan Brent rata-rata USD 61 per barel tahun ini, turun dari perkiraan sebelumnya USD69 per barel, dan minyak mentah AS rata-rata USD54 per barel, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya USD60.
"Menyeimbangkan pasar akan membutuhkan disiplin OPEC untuk terus berlanjut hingga 2020," kata Morgan Stanley.