Rabu, 09/01/2019 14:40 WIB
Jakarta – Keterbatasan anggaran menjadi alasan program revitalisasi SMK (sekolah menengah kejuruan) berjalan lamban. Demikian disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, pada Rabu (9/1) di Gedung Kemdikbud Jakarta.
Muhadjir mengaku sudah mengajukan anggaran sebesar Rp56 triliun kepada Kementerian Keuangan (Kemkeu), untuk program revitalisasi SMK. Namun yang disetujui hanya Rp35 triliun.
“Itulah yang membuat kami tidak bisa melangkah cepat. Karena tidak mungkin tanpa ada anggaran,” terang Muhadjir.
Dengan anggaran terbatas, lanjut Muhadjir, pihaknya juga akan melakukan revitalisasi secara bertahap. Tahun ini saja, hanya 260 SMK yang sudah masuk dalam target revitalisasi.
Waka MPR: Mekanisme Perlindungan Perempuan Harus terus Disempurnakan
Putusan Praperadilan Nadiem Makarim Dibacakan Hari Ini
Kejagung Tegaskan Penetapan Nadiem Makarim Tersangka Sesuai Prosedur
“Akan dilakukan revitalisasi mulai dari sarana prasarana, peralatan, peningkatan kualitas tenaga pengajar, membangun teaching factory, dan mendorong SMK menjadi BLUD (Badan Layanan Umum Daerah),” tuturnya.
“(sekarang) Tinggal nunggu anggaran saja. Kalau ada anggaran, kami reformasi besar-besaran,” tandasnya.