Selasa, 01/01/2019 18:10 WIB
Hong Kong – Ribuan demonstran berbaris di Hong Kong pada Selasa (1/1), menuntut demokrasi penuh, hak-hak dasar, dan kemerdekaan dari China, yang selama ini dinilai banyak melakukan penindasan atas kebebasan lokal.
Dilansir dari Reuters, Amerika Serikat dan Inggris sebelumnya telah menyuarakan keprihatinan tentang sejumlah insiden, yang dikatakan merusak kepercayaan terhadap kebebasan dan otonomi Hong Kong, di bawah pemerintahan China.
Insiden ini termasuk pemenjaraan aktivis, larangan terhadap partai politik pro-kemerdekaan, pengusiran jurnalis Barat, dan melarang aktivis demokrasi bertarung dalam pemilihan lokal.
Adapun dalam Pawai Tahun Baru, yang digelar pada Selasa (1/1) dan diikuti oleh 5.800 orang menyuarakan kembali reformasi demokrasi, guna memerangi penindasan politik Beijing.
Ini Lima Manfaat Melakukan Meditasi di Pagi Hari
Diperingati Setiap 21 Mei, Ini Sejarah dan Makna Hari Meditasi Sedunia
10 Contoh Ucapan Hari Reformasi Nasional, Cocok untuk Postingan Medsos
“Melihat ke belakang pada tahun sebelumnya, itu merupakan tahun-tahun yang sangat buruk. Aturan hukum di Hong Kong jatuh ke belakanng,” kata salah satu penyelenggara Jimmy Sham.
Seperti diketahui, Hong Kong merupakan bekas jajahan Inggris yang kembali ke pemerintahan China pada 1997, di bawah formula satu negara satu sistem, dengan janji otonomi tinggi, dan hak pilih universal sebagai tujuan akhir.
Keyword : Hong Kong China Tuntutan Kemerdekaan