Kasus Pembunuhan Khashoggi Untungkan Arab Saudi

Sabtu, 29/12/2018 20:30 WIB

Riyadh - Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Ibrahim al-Assaf, mengatakan, kasus Jamal Khassoggi membawa lebih banyak perubahan dibanding krisis bagi negara itu.

Ini merupakan komentar pertama Assaf, terakai kasus  tersebut sejak dilantik pada Jumat (28/12). Sehari sebelum dilantik, Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz merombak kabinet dan mengganti sejumlah menteri.

Assaf salah satu yang diangkat sebagai menteri luar negeri menggantikan Adel al-Jubeir, sedangkan al Jubeir kemudian diangkat menjadi menteri negara untuk urusan luar negeri.

Dekrit kerajaan juga menyerukan restrukturisasi Dewan Urusan Politik dan Keamanan di bawah kepemimpinan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan restrukturisasi Dewan Urusan Ekonomi dan Pembangunan.

Putra Mahkota Saudi itu bertahan pada posisinya sebagai wakil perdana menteri dan menteri pertahanan.

Keputusan pada Kamis lalu itu juga mendesak pembentukan badan pemerintah pertama bagi kerajaan yang kaya akan minyak ini, khususnya untuk mengeksplorasi ruang angkasa yang dipimpin oleh Sultan bin Salman.

Kolumnis The Washington Post Khashoggi hilang setelah mengunjungi Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu. Setelah sejumlah penjelasan yang bertentangan satu sama lain, Riyadh mengakui, Khashoggi terbunuh di dalam gedung diplomatik itu.

TERKINI
Kemdikdasmen Dorong Pemberdayaan Perempuan Tingkatkan Literasi Nasional Cara Daftar Penjaringan Data Guru Belum Bersertifikat Pendidik 2026 Kemenhut-BMKG Teken MoU Pencegahan Karhutla, Operasi OMC jadi Andalan New Syclon Band Rilis Single Sebenarnya Masih Cinta, Ego Jadi Penyesalan