KPK Ciduk Pejabat Kementerian PUPR Soal Proyek Air Minum

Jum'at, 28/12/2018 23:08 WIB

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pejabat di Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif mengatakan, operasi senyap penyidik KPK tersebut berdasarkan laporan dari masyarakat terkait adanya tindak kejahatan korupsi di Kementerian PUPR

"KPK mengonfirmasi, benar ada kegiatan tim sore hingga malam ini di Jakarta sebagai bagian dari proses kroscek informasi masyarakat tentang terjadinya pemberian uang pada pejabat di Kementerian PUPR," kata Laode, ketika dikonfirmasim Jakarta, Jumat (28/12).

Kata Laode, berdasarkan informasi sementara diduga telah terjadi transaksi terkait dengan proyek penyediaan air minun di sejumlah daerah yakni proyek sistem penjernihan air minum (SPAM) di Ditjen Cipta Karya tahun 2018.

"Sedang kami dalami keterkaitan dengan proyek sistem penyediaan air minum untuk tanggap bencana," terangnya.

Syarif menambahkan, saat ini tim penyidik KPK masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap pihak-pihak yang diamankan tersebut. Sesuai KUHAP dalam waktu maksimal 24 jam akan ditentukan status hukum perkara dan pihak-pihak yang diamankan.

TERKINI
Nepal Siapkan Aturan Baru, Pendaki Tanpa Pengalaman Dilarang Naik Everest Kasus Terkonfirmasi Ebola di Kongo Tembus 7.258 Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Drone MQ-1 Milik AS di Selat Hormuz AI Ancam Keamanan Siber hingga Bikin Traffic Media Anjlok