Lagi, Bocah Migran Tewas di Perbatasan AS

Rabu, 26/12/2018 12:14 WIB

New York – Seorang bocah migran kembali menjadi korban ganasnya perbatasan AS-Meksiko. Pada Rabu (26/12), bocah Guatemala tersebut tewas, pasca ditahan di kantor Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS.

Ini merupakan kasus kematian anak kedua, menyusul serbuan migran Amerika Tengah yang jumlahnya mencapai lebih dari 5.000 orang ke AS. Sebelumnya, seorang gadis dari asal yang sama juga meninggal dunia setelah ditahan patroli perbatasan.

Dilansir dari AFP, bocah malang tersebut bersama ayahnya yang ditahan telah dipindahkan ke pusat medis New Mexico, karena menunjukkan tanda-tanda sakit.

Staf medis mendiagnosisnya sedang menderita flu, namun demam tak lama kemudian. Dia lalu dipulangkan, dan diberi resep ibuprofe dan antibiotik amoksisilin. Namun setelah pulang dari rumah sakit, anak itu mual dan muntah, hingga akhirnya meninggal dunia pada tengah malam.

Bea Cukai AS belum menetapkan penyebab kematian bocah tersebut. Akan tetapi pemerintah AS berjanji akan melakukan peninjauan secara independen dan menyeluruh.

Kabar meninggalnya bocah Guatemala memicu amarah dari para politisi. Salah satunya dari anggota Kongres asal Partai Demokrat Marc Veasey.

“Anak lainnya meninggal di bawah pengawasan pemerintah ini. Kisah yang sangat menyedihkan untuk didengar di Hari Natal,” tegasnya.

“Patah hati dan muak dengan beri ini,” tulis Senator Martin Heinrich dari New Mexico di Twitter.

TERKINI
Doa Menyambut Kepulangan Jemaah Haji 2026, Ini Sunnah Nabi dan Hikmahnya Wamen Viva Yoga Bertemu Nelayan Pantura Bahas Kesejahteraan-Perlindungan Kemnhaj Pastikan Kepulangan Jemaah RI Lancar hingga Dam Tepat Sasaran Ini 5 Waktu Terbaik untuk Berdoa di Hari Jumat