Malaysia Menentang Australia Akui Yerusalem

Senin, 17/12/2018 06:30 WIB

Kuala Lumpur - Pemerintah Malaysia menentang keputusan Australia setelah secara resmi mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel. Keputusan itu disebut prematur dan penghinaan terhadap perjuangan Palestina.

Dalam pernyataannya yang dirilis pada Minggu (16/12), Kementerian Luar Negeri Malaysia mendukung solusi dua negara, di mana Palestina dan Israel hidup berdampingan dengan damai.

Negeri Jiran itu menyatakan wilayah Palestina berdasarkan perbatasan sebelum tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.

Malaysia menegaskan akan terus bekerja sama dengan semua mitranya untuk menemukan solusi yang adil, komprehensif, dan berkekuatan tetap.

Pada Sabtu (15/12), Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengumumkan bahwa negaranya secara resmi mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel. Namun begitu, ia menyatakan tidak akan memindahkan kedutaan besarnya di Tel Aviv.

TERKINI
Fenomena Langit September 2026, Ada Penampakan Venus hingga Harvest Moon Pemerintah Ganti Nama Beras SPHP Jadi Beras Kita Mulai 20 Oktober WMO: Kualitas Udara Dunia Terancam Asap Kebakaran-Gelombang Panas Kampus Inklusif Bukan Sekadar Regulasi, tapi Harus Segera Direalisasikan