Irene, Penerjun Payung Tertua di Dunia

Kamis, 13/12/2018 09:30 WIB

Sydney – Irene O’Shea mencatatkan namanya sebagai penerjun payung tertua di dunia, setelah perempuan berusia 102 tahun itu terjun dari ketinggian 14.000 kaki atau 4.300 meter di langit Australia.

Dilansir dari AFP pada Kamis (13/12), pecandu olahraga pemacu adrenalin ini mengaku merasa baik-baik saja, padahal dia telah terjun dengan kecepatan 220 kilometer per jam, yang membuat pipi nenek renta ini tampak tidak beraturan di udara.

Ini bukan kali pertama Irene menyelesaikan terjun payung atau skydive-nya. Pada 2016 lalu, di usianya genap memasuki 100 tahun, Irene juga melakukan hal serupa.

Namun museum rekor hanya mengakui aksi yang dilakukan Irene pada usianya ke-102 tahun lebih 194 hari, yang kini mencatatkan namanya di buku-buku sejarah dunia.

“Di atas sangat jelas, cuacanya juga bagus, tapi sangat dingin,” kata Irene menurut media Australia.

Sebelumnya, Irene mengambil risiko terjun dari ketinggian untuk mengumpulkan dana amal penyakit neuron motorik, setelah putrinya meninggal karena penyakit tersebut.

TERKINI
Hari Konsumen Nasional Diperingati 20 April, Ini Sejarah hingga Tujuannya 20 April 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini Liam Delap: Chelsea Tak Pantas Kalah dari Manchester United Caicedo: Chesea Belum Menyerah Kejar Tiket Liga Champions