Rabu, 12/12/2018 14:12 WIB
Jakarta- Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis menerangkan, massa atau beberapa oknum TNI yang melakukan pengrusakan Polsek Ciracas diduga tidak suka dengan penanganan kasus pengeroyokan yang dilakukan terhadap Kapten Komaruddin oleh sekelompok tukang parkir di Arundina, Cibubur, Jakarta Timur yang terjadei pada Senin (10/12/2018).
“Iya, ada segerobolan massa atau oknum TNI yang kurang puas atas penanganan kasus yang terjadi sehari sebelumnya di Cibubur. Ini masuk dalam wilayah Polsek Ciracas,” tutur Idham, di Polda Metro Jaya, Rabu (12/12).
Idham kembali menjelaskan, dampak dari ketidakpuasan, oknum TNI yang jumlahnya kurang lebih 200 orang merangsek masuk untuk mengecek ke dalam Polsek, apakah benar tahanan yang memukul Kapten Komarudin sudah ditahan atau belum.
Kemenhaj Ingatkan Jemaah soal Larangan Bawa Zamzam dalam Koper
Mentrans Minta Rekrutmen Tim Ekspedisi Patriot 2026 Transparan-Akuntabel
Dear Fans Arsenal, Begini Cara Dukung Klub tanpa Trofi UCL
Sudah diberi penjelasan oleh Kapolsek dan Kapolres masih dalam pengejaran, belum dilakukan penangkapan dan sudah diberi waktu 2×24 jam, tapi mungkin tidak puas lalu mereka lalukan tindakan anarkis,” ungkap Idham.
Kronolois awal terjadinya pengeroyokan, berawal dari seorang anggota yang berusaha melerai sebuah pertengakaran di area parkir kawasan tersebut. Saat itu beberapa oknum tukang parkir justru mengeroyok Kapten Komaruddin hingga babak belur.