Selasa, 11/12/2018 06:40 WIB
Jakarta - Dunia harus berhenti menutup mata atas kekerasan seksual yang dijadikan sebagai senjata perang. Demikian kata ginekolog Kongo Denis Mukwege, yang menerima Hadiah Nobel Perdamaian bersama dengan aktivis hak asasi manusia Yazidi pada Senin.
Itu disampaikan Mukwege dan Nadia Murad, pada upacara emosional di ibukota Norwegia, Oslo. Keduanya orang yang selamat dari perbudakan seksual ISIS mendesak komunitas internasional, berbuat lebih banyak untuk melindungi perempuan dan anak-anak dalam konflik.
Dilansir dari Al Jazeera, ia juga mengungkapkan bahwa perdagangan sumber daya alam yang melimpah di negara itu membantu memicu kekerasan.
Polda Metro Jaya Hormati Putusan Praperadilan Kasus Andrie Yunus
KPK Tahan 3 Tersangka Korupsi Gedung Pemkab Lamongan
Kerugian Perang Lebanon Capai 25 Miliar Dolar AS
"Bukan hanya pelaku kekerasan yang bertanggung jawab atas kejahatan mereka, tetapi juga mereka yang memalingkan wajah," sambungnya.
Ia menyerukan dana global untuk menyediakan reparasi bagi korban dan sanksi ekonomi dan politik bagi pelaku yang berada di belakang kekerasan itu.