Senin, 10/12/2018 11:53 WIB
Beijing - Kementerian Luar Negeri China memanggil Duta Besar Amerika Serikat (AS) di Beijing, menuntut pembatalan surat perintah penangkapan kepala keuangan Huawei.
Wakil Menteri Luar Negeri Le Yucheng mengajukan protes keras kepada Duta Besar Terry Branstad atas penangkapan Meng Wanzhou, menurut pernyataan kementerian, dilansir dari Anadolu.
Pada 1 Desember, Kanada menangkap Meng atas permintaan AS atas dugaan pelanggaran terhadap sanksi Iran. Selain menjabat sebagai petinggi Huawei, Meng juga merupakan putri dari pendiri perusahaan tersebut, Ren Zhengfei.
Le juga meminta Washington untuk segera membatalkan tindakannya yang salah dan mengatakan bahwa China akan memberikan tanggapan lebih lanjut tergantung pada tindakan AS.
Dampak Penutupan Selat Hormuz, Inggris Terancam Resesi Ekonomi pada 2027
Ilmuwan Tiongkok Kembangkan Metode Peledakan Asteroid Gunakan Nuklir
Ribuan Calon Mahasiswa Datangi Binus, Wujudkan Langkah Menuju Karier Global
Pada Minggu (9/12), China juga memanggil John McCallum, Duta Besar Kanada di Beijing, untuk mendesak pembebasan Meng.
Huawei adalah pemasok peralatan jaringan telekomunikasi terbesar dan produsen smartphone terbesar kedua di dunia. Gedung Putih menuduh perusahaan tersebut sebagai mata-mata militer China.
Pada Agustus, Presiden Donald Trump menandatangani undang-undang yang melarang penggunaan teknologi Huawei di kalangan pemerintah AS.
Keyword : HuaweiChinaAmerika SerikatPerang Dagang