Rabu, 05/12/2018 08:40 WIB
New York – Dua senator Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik makin yakin Pangeran Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) memberikan arahan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.
Hal ini mengemuka setelah Direktur CIA Gina Haspel mengumpulkan para pemimpin senat pada Rabu (4/12) kemarin.
“Saya tidak memiliki pertanyaan dalam benak saya bahwa putra mahkota mengarahkan pembunuhan itu, dan menilai situasi yang ada,” ujar Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat Bob Corker kepada awak media dilansir dari AFP pada Rabu (5/12).
“Jika MBS berada di depan juri, dia akan dihukum dalam waktu kurang dari 30 menit,” imbuhnya.
Saudi Larang Pasien Setop Pengobatan demi Ikuti Tren Diet
Yaman Minta Saudi Pasok Bahan Bakar Atasi Krisis Listrik
7 Cara Sederhana Memahami Kurs Dolar bagi Pemula
Hal senada juga disampaikan senator Republik Lindsey Graham. Dia mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump segera mengambil sikap keras kepada Riyadh.
“Putra mahkota sudah gila dan terlibat dalam pembunuhan Tuan Khashoggi ke tingkat tertinggi,” kecam Graham.
“Tidak ada pistol berasap tapi asapnya terlihat,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, senator asal South Carolina itu menyangkal komentar pejabat administrasi Trump, termasuk Menteri Pertahanan Jim Mattis, yang minggu lalu menyebut tidak ada `asap` yang melibatkan putra mahkota.
Sebelumnya joran-koran AS, termasuk The Wall Street Journal, juga telah melaporkan bahwa CIA memiliki bukti bahwa Pangeran Muhammad bertukar 11 pesan dengan pembantu dekatnya Saud al-Qahtani, yang diduga mengawasi pembunuhan itu, tepat sebelum dan sesudah itu terjadi.
Keyword : Jamal Khashoggi Arab SaudiAmerika Serikat