Jum'at, 30/11/2018 22:14 WIB
Washington - Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) menginvestasikan jutaan dolar untuk penelitian teknologi eksoskeleton.
Penelitian diharapkan dapat menghasilkan tentara yang lebih kuat dan lebih tangguh, dengan bantuan peralatan canggih.
Dilansir dari Reuters, eksoskeleton dioperasikan baterai. Teknologi yang digunakan layaknya celana ini juga dilengkapi seperangkat sensor, kecerdasan buatan, dan teknologi lainnya untuk membantu gerakan alami.
Untuk militer AS, daya tarik teknologi ini sudah jelas. Tentara AS di zona perang kerap disibukkan oleh peralatan berat tapi penting, seperti pelindung tubuh, kacamata night-vision, dan radio canggih.
Arkeolog Prancis Pecahkan Misteri Tulisan Kuno Iran 4.000 Tahun
Makkah Catatkan Pertumbuhan Ekonomi 129 Persen sejak 2020
Mali Bergejolak, Rusia Desak Pemulihan Stabilitas
Secara keseluruhan, peralatan perang personil militer AS berbobot 40-64 kg. Padahal batas yang dilazimkan hanya 23 kg.
"Itu berarti ketika orang yang bertarung benar-benar lelah," kata Paul Scharre di Pusat Keamanan Baru Amerika (CNAS), sosok yang membantu memimpin serangkaian studi tentang eksoskeleton dan peralatan canggih lainnya.
“Tantangan mendasar yang kami hadapi dengan pasukan infantri adalah mereka membawa terlalu banyak beban,” tambahnya.
Keith Maxwell, manajer teknologi eksoskeleton di Lockheed Martin Missiles and Fire Control mengatakan, responden eksoskeleton menunjukkan daya tahan jauh lebih tinggi.
Namun sayang, setiap perangkat eksoskeleton memakan biaya yang tidak sedikit, yakni hingga puluhan ribu dolar.
“Anda harus bertarung dengan segar. Anda tidak boleh lelah,” tandas Maxwell.
Keyword : Militer ASTeknologi Robot