Rabu, 28/11/2018 11:30 WIB
Irak - Sebulan setengah sejak ditemukannya kuburan massal terbesar di Raqqa, proses penyisiran terus dilakukan. Dalam pernyataan resmi disebutkan, lebih dari 500 mayat yang sudah berhasil ditemukan.
Proses penyisiran dan pangangkatan jenazah di Suriah utara, setelah ibukota de facto dari Negara Islam Irak dan Levant (ISIL, juga dikenal sebagai ISIS) dilakukan kelompok masyarakat setempat dan responden yang mencari bukti untuk pengadilan.
Operasi yang didukung Amerika Serikat (AS) pada Oktober 2017, berhasil mengusir ISIS dari Raqqa. Meski begitu, hingga saat ini tim pemulihan terus mencari kuburan massal di dalam dan di sekitar kota tersebut.
Makam massal Panorama, yang diberi nama sesuai kuburan itu ditemukan, diyakini salah satu dari sembilan makam terbesar yang ditemukan sejauh ini, dan diyakini mengandung sekitar 1.500 mayat.
Tersandung Skandal Dubes, Jajaran Kabinet Kompak Dukung PM Inggris
Polisi Austria Temukan Kandungan Racun Tikus di Bubur Bayi Instan
Hizbullah Beri Lima Syarat Gencatan Senjata dengan Israel
Hammoud al-Shawakh, seorang pejabat setempat yang ikut dalam penyisiran itu mengatakan, sebanyak 516 mayat yang diyakini pejuang ISIS dan warga sipil sejauh ini sudah diamankan.
Sementara itu, Kelompok-kelompkok HAM menyatakan prihatin, karena para pekerja Suriah yang melakukan usaha pembongkaran kuburan massal tidak mendapatkan cukup dukungan dalam bidang forensik dan sumberdaya manusia.
Badan itu menyerukan agar negara-negara besar dunia ikut memberikan bantuan bagi usaha tersebut.
Keyword : Kuburan MassalTerorismeIrakTimur Tengah