Selasa, 27/11/2018 10:24 WIB
Washington - Mantan ketua kampanye Donald Trump, Paul Manafort dituding telah berbohong kepada pengacara khusus FBI, yang bertugas menyelidiki campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS 2016.
Hal ini disampaikan oleh pengacara khusus FBI Robert Muller, pengacara yang juga menyelidiki kemungkinan kolusi antara Moskow dan kampanye Trump.
"Manafort telah melakukan kejahatan federal dengan berbohong kepada Biro Investigasi Federal dan Kantor Penasihat Khusus pada berbagai pokok bahasan," kata Muller dilansir dari Reuters, pada Selasa (27/11).
Mueller mengatakan, kebohongan itu melanggar kesepakatan pembelaan Manafort. Sementara pengacara Manafort menyebut kliennya telah bertemu dengan pemerintah pada beberapa kesempatan, dan memberikan informasi dalam upaya untuk memenuhi kewajiban kerjasamanya.
Bacaan Doa agar Mendapatkan Rezeki Halal dan Berkah
Begini Kehidupan Ruh di Alam Kubur dalam Hadis dan Al-Qur`an
Adam Alis: Piala Presiden Jadi Ajang Persib Bangun Kekompakan
Manafort diketahui menghadiri pertemuan di Trump Tower pada Juni 2016, dengan sekelompok orang Rusia yang menawarkan informasi guna merusak pada calon Demokrat Hillary Clinton.
Rusia membantah tudingan telah meretas email politisi Partai Demokrat tersebut, dan menjalankan kampanye negatif Trump. Sementara Trump juga menyangkal ada kolusi kampanye, dan menyebut penyelidikan itu sebagai perburuan politik.
Manafort mulai bekerja sama dengan jaksa Mueller pada September lalu, setelah mengaku bersalah atas persekongkolan melawan Amerika Serikat, tuduhan yang mencakup berbagai perilaku mulai dari pencucian uang, dan mencoba untuk mengutak-atik saksi.
Kesepakatan itu mengharuskannya untuk bekerja sama sepenuhnya dengan pemerintah, termasuk memberi kesaksian di hadapan juri agung atau di pengadilan apa pun. Sebagai imbalannya, Mueller berjanji untuk berdebat untuk keringanan hukuman.
Keyword : Robert MuellerPaul ManafortFBI Dibohongi